Subscribe to web2feel.com
Subscribe to web2feel.com

Abraham Maslow

Sabtu, 30 Januari 2010

Dikalangan profesi keperawatan nama Abraham Maslow sungguh sangat tidak asing lagi. Tetapi siapakah sebenarnya Abraham Maslow?

Abraham Maslow adalah seorang psikolog beraliran humanistik. Ia melahirkan sebuah hirarki yang menjabarkan kebutuhan dasar manusia yang kemudian ia bagi menjadi lima tingkatan, The Hierarchy of Human Needs. Ia dilahirkan di Brooklyn pada 01 April 1908 sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara dan dibesarkan oleh kedua orangtuanya yang merupakan imigran Yahudi dari Rusia. Sebagai anak imigran yang berasal dari keluarga Yahudi, ia tidak mengalami indahnya masa kecil ataupun bermain dengan teman sebayanya disekolah. Ia pernah berkata "Pada saat itu, saya hanyalah anak Yahudi kecil yang berada dilingkungan bukan Yahudi, hampir sama seperti seorang anak negro yang bersekolah di sekolah orang kulit putih. Saya sangat terisolasi dan tidak bahagia. Saya tumbuh diperpustakaan dan diantara buku-buku, tanpa teman".

Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Mungkin itu pula sebabnya ia meninggalkan studi hukumnya di City College of New York dan beralih mempelajari psikologi. Ia mendapatkan gelar Bachelor (1930), Master (1931) dan PhD (1934) di bidang psikologi di University of Wisconsin, disini pula ia bertemu dengan Profesor Hary Harlow yang kemudian menjadi mentornya. Ketika di Universitas ini, ia melakukan penelitian tentang perilaku dominan dan seksualitas primata, kemudian penelitian tersebut ia lanjutkan di Columbia University, dimana ia bertemu dengan Alfred Adler (salah seorang pengikut awal Sigmund Freud) yang kemudian menjadi mentornya pula.

Selama 14 tahun (1937-1951) Maslow bekerja sebagai pengajar di Brooklyn College. Pada periode ini ia bertemu dengan beberapa orang intelektual Eropa yang pada saat itu berimigrasi ke Amerika Serikat, Brooklyn khususnya. Ia bertemu dengan dua orang yang ia sebut sebagai "wonderful human beings" di New York, mereka adalah Ruth Benedict yang merupakan antropolog dan Max Wertheimer seorang psikolog yang menganut aliran Gestalt. Maslow sangat mengagumi dua individu ini sehingga ia membuat catatan-catatan atas observasi yang ia lakukan terhadap perilaku dan kehidupan mereka. Catatan-catatan ini pula yang pada akhirnya menjadi landasan pemikiran baginya untuk melakukan penelitian mengenai kesehatan mental dan potensi yang dimiliki oleh manusia. Ia banyak menulis mengenai subjek tersebut, ia meminjam ide-ide dari psikolog lain namun tidak memasukannya begitu saja, ia justru memberikan banyak sekali tambahan terhadap ide-ide tersebut terutama konsep hirarki kebutuhan dasar manusia, meta needs, aktualisasi diri, dan peak experiences.

Hasil pemikiran Maslow atas observasi dan penelitian yang ia lakukan membuat dirinya semakin mantap menjadi psikolog aliran humanistik, ia bahkan menjadi pemimpin dari sekolah-sekolah psikologi aliran humanistik yang bermunculan pada tahun 1950an sampai 1960an. "Third Force", begitu ia sebut aliran humanistik, merupakan tentangan terhadap aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Maslow mempunyai pemikiran yang sangat murni dan berbeda dari psikolog-psikolog lain yang pada saat itu lebih berfokus pada abnormalitas dan penyakit. Ia mengembangkan sebuah psikologi yang berkaitan dengan potensi terbaik dan tertinggi yang dimiliki oleh manusia, hingga pada tahun 1967 ia dinobatkan sebagai "Humanist of The Year" oleh The American Humanist Association.

Abraham Maslow menjadi Profesor psikologi di Brandeis University pada tahun 1951 sampai dengan 1969. Ia kemudian menghabiskan masa pensiunnya di California dan wafat pada usia 62 tahun karena serangan jantung pada tanggal 08 Juni 1970, setahun setelah ia mengalami penyakit tersebut.

Dikutip dari Blog ini.

0 komentar

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini