Subscribe to web2feel.com
Subscribe to web2feel.com

Pemberian Oxygen Therapy

Jumat, 18 Juni 2010



Oxygen (O2) merupakan obat yang harus digunakan secara tepat dan harus diberikan pada kondisi tertentu yang seharusnya memerlukan oxygen theraphy. Pada umumnya theraphy ini di berikan sebagai sebuah ukuran sementara terhadap pencegahan Hypoxaemia atau kekurangan O2 dalam darah. Walaupun demikian therapy ini tidak dapat menggantikan obat pokok yang semestinya di berikan pada kondisi tertentu seperti antibiotic dan sebagainya.

O2 sangat di butuhkan dalam metabolisme aerobic untuk menghasilkan energy. Karena ketidakcukupan O2 dalam darah dapat mendorong penggunaan asam lactate untuk metabolisme anaerobic sehingga mengakibatkan penurunan biological energy dan penumpukan asam lactat yang sangat berbahaya pada tubuh.

Indikasi klinis pemberian O2 ;

* Henti jantung dan nafas
* Gagal pernafasan baik pada tipe I ( hypoxemia tanpa penumpukan CO2 misalanya asthma, pneumonia, oedema paru dan embolisme paru) ataupun tipe II (hypoxemia dengan penumpukan CO2 misalnya Bronchitis kronis, trauma dada , penurunan kesadaran akibat overdose obat dan sebagainya)
* Gagal jantung atau miocardial infartion
* Segala macam bentuk syock
* Keracunan CO ( carbon monoxide)
* Peningkatan kebutuhan metabilsme seperti pada patient luka bakar, trauma dan infeksi yang serious.

Secara umum O2 dibutuhkan ketika tekanan O2 dalam darah turun. Hal ini dapat diukur secara kasar dengan menggunakan pulse oximetry. Alat ini dapat membaca saturasi haemoglobin dalam darah artery melalui sinar detertor/ infrared. Informasi yang akurat dari pulse oximetry dapat di tunjukkan dan digambarkan pada SpO2 ( peripheral Capillary saturation of haemoglobin) daripada SaO2 ( arterial blood gas saturation.

Alat yang digunakan Pada pemberian O2 ;

* Nasal catheter 2-6 l/m
* Simple mask 6-8 l/m
* Rebreathing mask 8-12/m
* Non-Rebreathing mask 10-15 l/m

Konsentrasi Oxygen rata2 (l/m);

* 4 l/m 0.35 Fio2 (Fractional inspired oxygen concentration)
* 6 l/m 0.50
* 8 l/m 0.55
* 10 l/m 0.60
* 12 l/m 0.65
* 15 l/m 0.70

Sumber: http://emergencyku.blogspot.com/
Sebagian reference from Oh's Intensive care Manual 5th oleh Andrew D Bersten dan Neil Soni 2007.

1 Responses to Pemberian Oxygen Therapy

  1. jakveli Says:
  2. Hi,
    This was refreshing. I wished I could read every post, but i have to go back to work now... But I'll return.
    Air Ventilator

     

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini